Monday, March 17, 2008

respect

Kemarin sempat melihat music show gitu di TV (disempet-sempetin sih, soalnya ada Sherina, hehe), Peterpan was the star. Temanya tentang cinta wanita, jadi hampir di setiap lagu ada penyanyi cewek sebagai bintang tamunya gitu. But, that's not the point. Jadi, ada salah seorang bintang tamu, cewek juga, suaranya sih lumayan namun belum bisa dibilang spesial. Saya jarang mendengar namanya sebelumnya, jadi saya kira dia pendatang baru, dan sepertinya memang iya (karena tampangnya gak familiar, atau gw yang gak gaul?). Sayangnya, si cewek ini dari awal sampai akhir lagu B.A.C.A. Keliatan banget dia gak hapal lagunya dan baca teks yang ada di depannya. Bedakan saat penyanyi lainnya yang ngisi (di acara ini, nyanyinya ga keroyokan, jadi peterpan sama A, trus peterpan sama B, etc), OK, beberapa dari mereka juga gak hapal lagu atau sedikit lupa di tengah, tapi setidaknya gak total baca dan gak ketauan banget waktu nyontek. Malah yang salut, contohnya Sherina, Audy mereka nyanyi dari awal sampai akhir tanpa baca. Sherina sampai main piano segala. Padahal, dua penyanyi ini terjun lebih dulu ke dunia tarik suara. Saya bukan penggemar fanatik peterpan, beberapa saja dari lagu mereka yang saya hapal. Tapi pointnya disini adalah menghargai. Seperti kasus ini saat dia diundang sebagai bintang tamu, bukankah harusnya si bintang tamu ini setidaknya menghapal lirik lagunya. Untung aja melodinya ga salah-salah. Kalau enggak, gak termaafkan banget tuh. Makanya saya gak heran kalau di akhir penampilannya, Ariel gak nyebutin nama penyanyinya. Biasanya kan kalau berduet dengan bintang tamu, mereka saling sebutin nama gitu deh di akhir penampilan. Yah, itu sama aja kalau kamu menghadiri wawancara kerja terus bagian pertanyaan, "apa yang anda tahu tentang perusahaan ini," dan jawabannya "nothing!". Ya jelas si penanya bakal gak interest. So, this is all about respect.
Another thing i want to add, masih dengan topik yang sama, belakangan ini sebel banget kalau ngeliat ada cowok yang "ringan tangan" sama orang yang notabene bukan apa-apanya. Pelak-peluk sembarangan, atau nyender-nyender seenaknya, gandeng-gandeng ga permisi, atau apalah. Dikira cewek tuh bantal atau patung kali. Ini juga bagian dari respect. Kalau mereka punya respect ke cewek tersebut, mereka gak bakalan ngelakuin hal itu. OK, you can say orang itu terlalu ramah, atau western affected (too much!), atau whatever excuse that you're trying to make. But, still, here, kalo loe liat ada cewek-cowok jalan gandengan loe pasti mikir ada yang spesial kan with them, jadi budaya kaya gitu tuh masih gak biasa. Beberapa cewek (saya misalnya) kadang ngerasa gak nyaman dengan perlakuan kaya gitu. So, kalau mereka respect, hal kayak gini gak akan kejadian.
Yang lain lagi, perhatiin ga sih, belakangan ini basa-basi udah gak ada lagi. Orang udah gak mau lagi repot-repot ngucapin makasih misalnya abis bayar sesuatu ke kasir, atau abis seseorang mengucapkan terima kasih gak ada tuh balasan ucapan "kembali" atau "sama-sama" atau sekedar senyum dari lawannya. Atau misalnya, minta maaf kalau habis menyenggol seseorang. Kayaknya memang dunia udah jadi slonong boy aja sekarang ini.
OK, mungkin saya terlalu melantur. You can disagree with me, call me conventional, call me naive, but still, kita dihargai karena budaya dan attitude kita yang sempurna. Kalau kita tidak tahu bagaimana menaruh respect pada seseorang, jangan harapkan hal yang sama akan berlaku bagi kita.
Self intropection for today (for myself especially), sudahkah saya melakukannya?

No comments: